5 Mitos Tentang Latihan Beban yang Tak Perlu Lagi Anda Percaya

ProgramFitnes.com – Percaya atau tidak, ada banyak “fakta” tentang latihan beban yang sebenarnya tak lebih faktual daripada gagasan bahwa bumi itu datar. Ya, mitos-mitos ini seringkali menciptakan persepsi yang keliru di antara gym goers.

Dengan pemahaman yang keliru, Anda pun bisa melakukan latihan dengan keliru pula. Agar hal itu tidak terjadi, mari kita cermati fakta-fakta di balik miskonsepsi berikut ini.

1. Mitos: Asam Laktat Menyebabkan Kelelahan Otot

Image credit: outsideonline.com
Image credit: outsideonline.com

Asal-Muasal Mitos: Riset yang dilakukan hampir seratus tahun yang lalu pada otot katak (ya, katak!) menemukan bahwa kadar asam laktat dalam otot meningkatkan kelelahan.

Fakta: Asam laktat meningkat bersama kelelahan otot karena senyawa itu memberi bahan bakar pada kontraksi otot. Ini menyebabkan rasa terbakar pada otot Anda. Tapi, hati juga mengubah asam laktat menjadi energi.

Jadi, senyawa ini sebenarnya membantu mengimbangi rasa lelah tersebut. Kelelahan otot dipicu oleh akumulasi proton dalam otot yang disebabkan oleh pemecahan glikogen, cadangan karbohidrat yang memberi energi untuk latihan.

2. Mitos: Lebih Aman Jika Mengangkat Beban Secara Perlahan

Image credit: muscleandfitness.com
Image credit: muscleandfitness.com

Asal-Muasal Mitos: Pada fase rehabilitasi, pasien diminta untuk melakukan gerakan dengan tempo lambat dengan tujuan melatih kembali tubuh mereka agar bisa melakukan gerakan dengan halus. Akhirnya, beberapa trainer menganggap bahwa latihan perlahan mengurangi risiko cidera.

Fakta: Selama memiliki kendali atas gerakan Anda, Anda tidak akan cidera. Bila perlu, jika Anda tidak mengalami cidera, latih gerakan Anda dengan cepat. Cara ini membantu melatih otot untuk bereaksi dengan cepat dalam situasi tak terduga seperti halnya di dunia nyata. Ini justru membantu melindungi Anda dari cidera.

3. Mitos: Beban Ringan dan Repetisi Banyak Membantu Mempertegas Otot

Image credit: muscleandfitness.com
Image credit: muscleandfitness.com

Asal-Muasal Mitos: Binaragawan telah lama menggunakan beban ringan dan set repetisi tinggi beberapa minggu sebelum lomba. Mereka menemukan bahwa semakin banyak rep yang dilakukan, semakin banyak kalori dan lemak yang dibakar.

Fakta: Binaragawan selalu mengimbangi latihan semacam ini dengan diet rendah karbohidrat dan kalori terkontrol, yang mana merupakan cara cepat untuk menghilangkan lemak.

Sementara, otot yang tegas tergantung dari kadar lemak dan perkembangan otot Anda. Jadi, jangan harap mendapat otot yang tegas lewat latihan di atas jika kadar lemak tubuh Anda masih tinggi.

4. Mitos: Latihan Sampai Failure Diperlukan Untuk Hasil Maksimal

Image credit: muscleandfitness.com
Image credit: muscleandfitness.com

Asal-Muasal Mitos: Anggapan bahwa jika latihan keras dapat membentuk otot, maka latihan yang sekeras mungkin bisa membangun lebih banyak otot.

Fakta: Tidak ada aktivitas fisik di luar latihan yang menunjukkan bahwa muscle failure itu sangat penting. Coba tengok pekerja bangunan, mereka seringkali berotot, tapi Anda takkan melihat mereka membawa batu bata sampai jatuh kelelahan.

Untuk membentuk otot, yang penting adalah adanya progressive overload.

(Baca juga: Progressive Overload: Konsep Penting Dalam Membangun Massa Otot)

5. Mitos: Mengenakan Lifting Belt Saat Mengangkat Beban Berat Adalah Keharusan

Image credit: muscleandfitness.com
Image credit: muscleandfitness.com

Asal-Muasal Mitos: Mengangkat beban yang berat bisa menaikkan risiko cidera. Seseorang mungkin pernah menciderai punggungnya saat angkatan berat, sehingga kini lifting belt pun jadi andalan.

Fakta: Bila Anda ingin mencoba angkatan yang mengungguli rekor Anda sendiri dan mengharapkan dorongan mental, maka sabuk ini bisa menjadi bantuan bagi Anda. Tapi, bila Anda menggunakan sabuk pada beban yang ringan atau pada setiap kali latihan, tubuh Anda akan terbiasa dengan bantuan itu. Nantinya, Anda akan kesulitan mengangkat beban tanpanya.

Mengangkat beban yang sangat berat tanpa sabuk, hanya mengandalkan tubuh sangatlah memungkinkan. Dengan berlatih tanpa sabuk, berarti Anda memaksa otot perut untuk melindungi tulang belakang, yang mana bermanfaat untuk memperkuat otot core Anda.

Jadi, tak perlu lagi termakan oleh mitos-mitos di atas. Anda pun dapat mengembangkan latihan Anda!