6 Bencana yang Menyerang Tubuh Ketika Anda Berhenti Latihan

6 Bencana yang Menyerang Tubuh Ketika Anda Berhenti LatihanProgramFitnes.com – Pernahkah anda membayangkan apa yang terjadi pada tubuh ketika menghentikan rutinitas latihan di gym maupun olahraga lainnya? Anda mungkin saja melakukan hiatus secara sukarela atau terpaksa karena sakit, cidera, bepergian, atau karena beragam peristiwa kehidupan lainnya.

Memang, seperti halnya membentuk otot, perubahan pada tubuh anda tidak terjadi secara instan. Tapi, semakin lama anda absen latihan, makin banyak penurunan yang akan anda rasakan. Inilah enam perubahan yang terjadi pada tubuh anda ketika berhenti berlatih.

1Kehilangan Adaptasi Neuromuskular

Tubuh anda akan kehilangan adaptasi neuromuskular yang telah dibangun selama latihan. Artinya, koneksi antara otak dan otot anda serta keterlibatan jalur saraf yang berkontribusi terhadap peningkatan kekuatan menjadi melemah, melambat, atau keduanya.

Anda mungkin pernah merasakannya, saat kembali ke gym setelah absen beberapa waktu, otot terasa tidak sekuat biasanya dan anda lebih canggung saat mengangkat beban. Adaptasi neuromuskular ini cepat hilang, tapi juga cepat kembali. Setelah beberapa sesi latihan rutin, angkatan anda menjadi kembali seperti semula.

2Menyusutnya Kekuatan Otot

Hilangnya kekuatan otot ini berhubungan dengan poin yang sebelumnya. Tingkat dan kecepatan hilangnya kekuatan otot sebagian besar tergantung pada apa yang anda lakukan di luar gym.

Jika aktivitas fisik anda minimal atau hanya duduk seharian, bersiaplah untuk penurunan kekuatan otot dalam laju yang cepat. Semakin tinggi aktivitas fisik anda, semakin lambat pula laju penurunan kekuatan otot.

Kabar baiknya,tidak seperti latihan kardio, anda bisa mengembalikan kekuatan otot yang hilang dengan cukup cepat seiring dengan kembalinya muscle memory. Memang butuh waktu untuk mendapatkan kembali kekuatan angkatan anda, tapi tidak selama saat pertama kali melatihnya.

3Penurunan Metabolisme

Berlatih secara konsisten meningkatkan pembakaran lemak serta sensitivitas insulin pada tubuh anda. Selama periode hiatus, tubuh anda beralih ke karbohidrat dan kemampuan membakar lemak berkurang.

Tingkat penurunan metabolisme yang anda alami tergantung pada seberapa intens sesi latihan sebelumnya dan seberapa banyak latihan intensif yang anda lakukan. Makin tinggi intensitasnya, makin besar penurunannya. Sebagai tambahan, anda mungkin merasakan penurunan metabolisme seiring dengan menurunnya kemampuan otot.

4Menurunnya Tingkat Kebugaran Kardiovaskuler

Sejalan dengan makin lamanya anda absen dari latihan, latihan lari di atas treadmill yang dulunya cuma untuk pemanasan kini seolah jadi perjalanan jauh. Kebugaran kardio mudah hilang dan anda akan merasakan penurunan pada minggu kedua sejak ketidakaktifan anda.

Konsumsi oksigen maksimal anda akan menurun dan akan lebih mudah kehabisan napas. Terlebih lagi, butuh waktu lebih lama untuk mengembalikan kebugaran kardio anda ke level semula daripada menghilangkannya.

5Berkurangya Sensitivitas Insulin

Aktivitas fisik, baik latihan ketahanan maupun latihan beban, meningkatkan aliran insulin di tubuh anda. Jadi, ketika anda absen dari latihan di gym, sensitivitas insulin dalam tubuh akan berkurang. Menurunnya sensitivitas insulin atau resistensi insulin dapat menimbulkan beragam masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, serta diabetes tipe 2.

Dampaknya menjadi ganda jika anda juga tidak mengubah pola makan kendati telah menghentikan program latihan. Dengan jumlah asupan karbohidrat yang sama, lebih sedikit energi yang dibakar, dan metabolisme yang menurun, anda akan menjadi mudah gemuk.

6Lebih Mudah Marah

Akhirnya, jangan heran bila anda lekas marah. Tidak dapat melepaskan stres yang terpendam lewat olahraga yang intens bisa membuat anda mengalami suasana hati yang buruk. Anda juga mungkin mendapati bahwa tidur anda kurang nyenyak, atau fokus mental menumpul.

Ketika anda berhenti berolahraga untuk sementara waktu, tubuh anda tidak melepaskan hormon endorfin, padahal ini salah satu hormon yang mengatur perasaan senang.

Nah, sebelum anda memutuskan absen dari gym untuk waktu lama, sebaiknya pikirkan dulu dampaknya bagi tubuh yang telah susah payah anda bangun. Jika memang ingin mengambil hiatus dari gym, anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan kegiatan lain untuk menggantikannya, seperti yoga atau olahraga permainan.

BAGIKAN