6 Mitos Tentang Kebugaran Wanita

6 Mitos Tentang Kebugaran WanitaProgramFitnes.com – Tak sedikit wanita yang harus berpikir dua kali ketika mereka hendak melakukan latihan angkat beban. Tapi, banyaknya informasi yang saling berlawanan di internet soal kebugaran wanita tentu membuat bingung. Maka, tak heran bila beragam mitos dan kesalahpahaman beredar luas di masyarakat.

Anda pun pasti bingung membedakan mana yang fakta dan mana yang mitos bukan? Inilah sejumlah mitos dan kesalahpahaman tentang kebugaran wanita yang umum anda temukan.

Mitos Latihan 1: Angkat Beban Bikin Wanita Berotot Seperti Pria

Image credit: connect.healthkart.com
Image credit: connect.healthkart.com
jual suplemen fitnes

Kita seringkali mendengar info yang satu ini. Memang benar, wanita yang melakukan latihan angkat beban secara rutin akan menjadi lebih kuat secara bertahap, tapi bukan berarti fisiknya menjadi tampak seperti pria.

Wanita hanya memproduksi sedikit testosteron, hormon pembangun otot alami. Bahkan, wanita yang berpengalaman melakukan angkat beban selama bertahun-tahun pun tidak dapat membentuk otot yang besar seperti halnya pria, kecuali bila ia menggunakan testosteron tambahan atau zat anabolik lainnya.

Latihan beban buat wanita akan membantu anda untuk menjadi lebih kuat dan membentuk tubuh yang lebih langsing. Dengan memiliki fisik yang lebih kencang, anda bisa membakar lebih banyak kalori . Jadi, tak perlu takut untuk mengangkat beban, Ladies!

Mitos Latihan 2: Otot Akan Berubah Menjadi Lemak Bila Anda Berhenti Berlatih

Image credit: rebootedbody.com
Image credit: rebootedbody.com

Ibarat mengatakan emas bisa berubah menjadi perak, pernyataan ini tentu tidak benar. Dengan pola makan yang baik serta istirahat yang layak, otot akan berkembang untuk merespon latihan beban yang anda lakukan secara rutin melalui proses hipertrofi. Tapi, ketika anda berhenti berlatih beban, terjadi hal sebaliknya yang disebut atrofi. Pada prosesnya, serat otot tidak secara ajaib menjelma menjadi sel lemak akan tetapi serat otot hanya menjadi lebih kecil.

Terlebih, bila anda mengabaikan pola diet yang sehat dan menggantinya dengan junk food, tentu tak heran lagi bila lemak lebih banyak ditumpuk dalam tubuh. Otot yang dulu kencang menjadi bergelambir adalah efek dari perubahan komposisi tubuh (otot menjadi lebih kecil dan lemak tersimpan lebih banyak), bukan karena otot berubah menjadi lemak. Untuk menjaga tubuh anda, tetaplah berolahraga dan jalani pola makan yang sehat.

Mitos Latihan 3: Anda Harus Melatih Kaki Setiap Hari Untuk Membentuk Bokong yang Seksi

Image credit: www.wolvesfitness.co.uk
Image credit: www.wolvesfitness.co.uk

Bokong yang seksi tentu membuat anda lebih percaya diri. Tapi, bukan berarti anda mesti melatihnya setiap hari. Ketika melakukan latihan beban untuk membentuk otot dan lekuk tubuh, perhatikan aturan ini: latihlah bagian otot tersebut dengan keras, lalu beri jeda 48-72 jam sebelum melatihnya kembali untuk memberinya kesempatan beristirahat.

Mengapa? Latihan keras di gym adalah stimulus bagi perkembangan otot, sementara perbaikan dan pembangunan otot yang sebenarnya berlangsung pada hari berikutnya. Itulah saat di mana anda membutuhkan istirahat dan nutrisi yang tepat. Tanpa istirahat yang cukup, otot anda tak punya kesempatan untuk memulihkan diri dan berkembang.

Mitos Nutrisi 1: Terlalu Banyak Protein Itu Tidak Baik

Seperti Apa Wujud 30 Gram Protein Itu
Image credit: www.emaze.com

Protein adalah material pembentuk otot. Ketika protein dicerna, ia dipecah menjadi asam amino yang dimanfaatkan tubuh untuk melakukan berbagai fungsi pentingnya, termasuk memperbaiki dan mengembangkan otot.

Makanya, ketika anda berlatih beban pastikan anda tidak kekurangan persediaan amino. Untuk itu, asupan protein anda harus mencukupi. Pastikan untuk mengkonsumsi beragam sumber protein, terutama bila anda seorang vegetarian.

Mitos Nutrisi 2: Makan Lebih Dari Tiga Kali Sehari Bikin Anda Gemuk

Image credit: www.huffingtonpost.com
Image credit: www.huffingtonpost.com

Dibanding menghitung berapa kali anda makan, menghitung jumlah kalori yang masuk jelas lebih relevan. Mengkonsumsi kalori lebih dari yang anda bakar membuat berat badan naik, begitu pula sebaliknya.

Jika anda makan lebih sering tapi dengan porsi dan jumlah kalori yang sama dengan ketika makan tiga kali sehari, anda tentu bakal gemuk. Kabar baiknya, anda cenderung mengurangi porsi ketika makan lebih sering karena tidak merasa terlalu lapar. Pastikan makanan yang anda makan tinggi protein sehingga tubuh mendapatkan suplai asam amino yang stabil untuk membangun otot.

Mitos Nutrisi 3: Wanita Tidak Membutuhkan Suplemen

9 Mitos Tentang Protein
Image credit: www.linkedin.com

Bila makanan anda bergizi lengkap dan seimbang, sebenarnya anda tidak memerlukan suplemen. Tapi, bila kesibukan anda membuatnya menjadi sukar, anda dapat mengandalkan suplemen untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anda.

Multivitamin membantu memastikan agar anda mendapatkan dosis vitamin dan mineral yang mungkin tak anda dapatkan dari diet anda. Bahkan, kafein dapat membantu anda melewati latihan. Selain itu, whey protein juga memberikan manfaat bagi pembentukan dan pemulihan otot.

Jadi, anda mungkin tak membutuhkan semua suplemen. Tapi tanpa itu, anda juga akan mengalami kesulitan mendapatkan progres yang signifikan.

Memiliki pola pikir dan program latihan yang layak serta pola diet yang cerdas membantu anda meraih tujuan kebugaran anda. Jadi, jangan gampang termakan mitos, ya. Selamat berlatih!

jual suplemen fitnes
BAGIKAN