8 Fakta Tentang Stretching yang Wajib Anda Tahu

8 Fakta Tentang Stretching yang Wajib Anda TahuProgramFitnes.com – Sebagai praktisi olahraga dan kebugaran, Anda pasti tidak asing lagi dengan stretching alias peregangan yang umumnya dilakukan sebelum dan sesudah latihan. Tapi, apakah peregangan yang Anda lakukan sudah tepat?

Peregangan tertentu dapat bermanfaat sebelum dan sesudah latihan, tapi Anda juga bisa menurunkan performa atau bahkan membuat tubuh Anda cidera jika melakukannya dengan keliru. Agar Anda bisa mengoptimalkan performa lewat stretching, inilah 8 fakta tentang peregangan yang wajib Anda tahu.

1. Peregangan statis sebelum latihan justru dapat mengurangi performa Anda

Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Strength and Conditioning Research menemukan bahwa static stretching atau peregangan statis sebelum latihan justru mengurangi kekuatan responden pada squat sebanyak 8% dan mengurangi stabilitas tubuh bagian bawah sampai 22,68%. Sebuah review riset dari 104 penelitian menemukan bahwa peregangan statis menurunkan kekuatan dari otot yang diregangkan sampai 5,5 persen.

2. Peregangan dinamis lebih baik dilakukan pada saat pemanasan

Sebuah riset menunjukkan bahwa untuk mencegah penurunan kekuatan dan performa otot sebelum berlatih, Anda sebaiknya melakukan dynamic stretching atau peregangan dinamis pada saat pemanasan. Peregangan dinamis ini melibatkan gerakan sembari meregangkan otot Anda. Contohnya antara lain: leg swings, squat, burpees, dan jumping jack.

3. PNF stretching dapat membantu  meningkatkan rentang gerak persendian Anda

Peregangan proprioceptive neuromuscular facilitation (PNF) merupakan beberapa gerakan rotasi multi-joint yang menggabungkan peregangan serta kontraksi dari kelompok otot yang disasar. Riset membuktikan bahwa peregangan tipe PNF bisa lebih efektif untuk mengembangkan rentang gerak otot-otot Anda.

4. Peregangan tidak mencegah kelelahan otot

Sebuah studi mengungkapkan bahwa melakukan peregangan sebelum dan sesudah latihan tidaklah membuat Anda bebas dari kelelahan otot atau muscle soreness. Untuk mencegahnya, gunakan kantong es atau ibuprofen.

5. Peregangan membantu tubuh Anda menjadi lebih lentur dan mengurangi risiko cidera

Peregangan masih menjadi cara terbaik untuk membuat tubuh Anda lebih lentur dan cekatan. American Council of Exercise (ACE) menyatakan bahwa latihan fleksibilitas merupakan salah satu komponen penting dari program fitnes yang baik. Lakukan peregangan usai latihan dan pada hari Anda tidak melakukan latihan.

Selama Anda tidak melakukan peregangan statis sebelum berolahraga, peregangan tak cuma membuat tubuh Anda lebih fleksibel, tapi juga dapat membantu menurunkan risiko cidera sembari meningkatkan aliran darah ke otot.

6. Hindari melentingkan tubuh saat melakukan peregangan statis

Melentingkan tubuh ketika melakukan peregangan statis memang membuat tubuh Anda seolah lebih lentur, tapi hal ini dapat membuat Anda cidera. Alih-alih melentingkan tubuh pada saat peregangan statis, lakukan peregangan dinamis untuk mendapatkan kelenturan yang Anda harapkan tanpa meningkatkan risiko cidera.

7. Peregangan rutin baik bagi Anda yang duduk sepanjang waktu

Kebanyakan dari kita harus duduk sepanjang hari karena tuntutan profesi. Hal ini bisa menimbulkan bencana pada postur tubuh Anda, bahkan mengurangi harapan hidup sampai dua tahun. Untuk mengurangi dampaknya, melakukan stretching singkat pada waktu senggang Anda membantu melemaskan otot yang kencang dan mengurangi cidera.

8. Peregangan pada kedua sisi membantu tubuh Anda tetap seimbang

Keseimbangan adalah bagian penting dari stretching. Pastikan Anda fokus melakukannya pada kedua sisi. Lakukan peregangan lebih intens pada kelompok otot yang paling sering Anda gunakan.

Nah, pastikan Anda melakukan peregangan dengan baik dan benar sebelum dan sesudah latihan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal darinya.