9 Mitos Tentang Protein

9 Mitos Tentang ProteinProgramFitnes.com – Protein merupakan makronutrien yang tak bisa dipisahkan dari aktivitas pembentukan otot oleh praktisi fitnes. Tapi, ada sejumlah mitos tentang protein yang perlu diluruskan agar anda menjadi lebih paham tentang makronutrien yang satu ini. Inilah sembilan mitos tentang protein dan kebenarannya.

Mitos #1: Protein adalah protein

Fakta: Ini adalah salah satu generalisasi terburuk dalam sejarah nutrisi yang biasa kita dengar. Ada ribuan jenis protein yang berbeda pada tingkat molekular. Mereka umumnya dibagi menjadi dua: isolate vs konsentrat, cepat diserap vs lambat diserap, dan whey vs kasein.

Masing-masing dicerna dan diserap dengan tingkat yang berbeda-beda. Protein quick-release seperti whey cepat diserap otot, ideal untuk makanan selama atau pascalatihan ketika otot anda ‘kelaparan’. Sementara, protein yang diserap secara berkesinambungan seperti kasein memiliki tingkat penyerapan yang lambat, sehingga disarankan diminum pada malam hari.

Mana yang lebih baik? Dua-duanya. Pastikan Anda mendapatkan kombinasi whey dan kasein dengan P-cal tinggi.

Mitos #2: Terlalu banyak protein tidak baik bagi ginjal

Fakta: Kecuali jika anda mengalami dialisis ginjal atau mengkonsumsi sekilo bubuk protein setiap hari, ginjal akan baik-baik saja. Yang jelas, anda perlu meminum banyak air ketika mencerna protein dalam jumlah banyak.

Mitos #3: Memasak protein dapat mengurangi kandungan protein tersebut

Fakta: Memasaknya tidak mengurangi kandungan protein dalam makanan. Steak daging sapi yang dimasak rare atau setengah matang tetap memiliki kandungan protein dengan steak yang dimasak matang. Jika anda mengolah bubuk protein menjadi muffin atau biskuit, mereka tetap memiliki kandungan protein yang setara dengan protein shake.

Mitos #4: Diet protein menjamin penurunan berat badan

Fakta: Jika anda tidak memanfaatkan asupan protein dengan baik menjadi nutrisi otot lewat latihan, tubuh bisa memecah kelebihan protein menjadi substrat molekuler yang akan berakhir melalui glikolisis seperti halnya karbohidrat. Jadi, asupan protein tanpa olahraga justru hanya akan menambah lemak anda.

Mitos #5: Whey dan kasein bisa membuat wanita menjadi kekar

Fakta: Hanya anda yang dapat membuat tubuh anda menjadi kekar, dan itu membutuhkan lebih banyak usaha daripada sekadar mengkonsumsi protein shake ekstra tiap minggunya. Protein saja tidak cukup membuat wanita memiliki punggung yang bidang layaknya pria.

Mitos #6: Atlet ketahanan tidak memerlukan protein

Fakta: Atlet ketahanan seperti pelari marathon tetap saja membutuhkan protein. Saat latihan, mereka menstimulasi serat otot slow-twitch yang tetap lapar protein untuk membangun ketahanan dan memulihkan serat otot tersebut. Protein adalah makronutrien universal yang bisa diserap tubuh dengan perantara air. Bahkan, jika anda tidak berolahraga, mungkin tetap memerlukan segelas protein shake.

Mitos #7: Protein menimbulkan gas

Fakta: Sebagian besar bubuk protein merupakan hasil olahan susu, jadi bagi orang-orang tertentu gas di perut akan menjadi sedikit masalah. Tapi, jika anda bisa menyeimbangkan diet dengan karbohidrat, lemak, dan sayuran, maka anda tidak akan mempunyai masalah dengan gas di saluran pencernaan.

Mitos #8: Tubuh Anda tidak dapat mencerna lebih dari 30 gram protein sekali waktu

Fakta: Apakah menurut anda kita akan berada di sini bila tubuh kita hanya bisa mencerna 30 gram protein setiap kali makan? Fakta sederhananya adalah semakin banyak protein berarti semakin banyak waktu yang dibutuhkan untuk mencernanya. Lagipula, ada protein yang cepat dicerna dan lambat dicerna.

Mitos #9: Protein berbahaya bagi anak-anak

Fakta: Anak-anak juga membutuhkan protein. Penelitian mengungkapkan bahwa kebiasaan mengkonsumsi gula dan lemaklah yang justru berbahaya bagi anak-anak. Ketika seorang anak telah melewati 18 bulan pertama, mereka akan tumbuh dengan cepat dan mengembangkan jaringan otot baru. Mereka membutuhkan protein pada saat ini karena metabolisme mereka jauh lebih cepat daripada setelah mereka tumbuh lebih besar.

Nah, itulah sebagian mitos tentang protein yang telah disangkal oleh ilmu pengetahuan. Semoga bermanfaat dan jangan lupa protein shake anda setelah latihan.