Apa Efeknya Mengkonsumsi Banyak Protein Bagi Tubuh?

Programfitnes.com – Jika Anda tengah membentuk otot, Anda pasti berusaha untuk menambah asupan protein┬ádalam pola diet sehari-hari. Tapi, orang-orang di sekitar Anda mungkin memperingatkan bahwa mengkonsumsi banyak protein itu tidak baik bagi ginjal.

Sayangnya, data penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi protein terlalu banyak bakal merusak ginjal itu sangat sukar ditemukan. Lantas, mengapa mitos semacam ini bisa berkembang?

Salah satu alasannya adalah bahwa konsumi banyak protein akan membuat ginjal bekerja lebih keras. Hal ini ditandai oleh peningkatan kreatinin (bukan kreatina) dan LFG (laju filtrasi glomerular) pada ginjal. Tapi, apakah ini sungguh-sungguh mengindikasikan kerusakan pada ginjal? Mari kita gali faktanya lebih dalam!

Hubungan Protein dan Ginjal Menurut Sains

 

Menurut S.M. Phillips (2014): “Sebuah pemeriksaan atas pernyataan yang dibuat oleh Badan Obat-Obatan yang mengatur Angka Kecukupan Gizi untuk protein di Amerika Serikat, dan laporan WHO terkait asupan protein, mengindikasikan bahwa tidak ada bukti hubungan antara diet tinggi protein dan penyakit ginjal.”

Kedua badan terkemuka tersebut menyatakan bahwa risiko kerusakan ginjal terhadap individu yang sehat tergolong minim.

Sementara, KD Tipton (2011) menyatakan bahwa hanya ada sedikit bukti bahwa asupan tinggi protein itu berbahaya bagi individu yang sehat. Tapi, kerusakan ginjal bisa menjadi masalah bagi mereka yang sudah mengalami disfungsi pada ginjalnya.

Pada tahun 2015, sejumlah peneliti menemukan bahwa kenaikan tingkat asupan protein memang membuat ginjal bekerja lebih keras. Tapi, ini tidak mengindikasikan adanya kerusakan pada organ tersebut. Ibarat bisep yang makin besar ketika dilatih, ginjal Anda juga demikian. Mereka beradaptasi terhadap beban yang diterima.

Bagaimana Dengan Atlet yang Mengkonsumsi Banyak Protein?

Nah, jika Anda seorang binaragawan atau atlet, aktivitas Anda berbeda dengan orang kebanyakan, sehingga standar sempit yang digunakan pada sebagian besar studi tidak berlaku. Tapi, coba simak dulu penelitian berikut ini.

Sebuah penelitian yang dilakukan JR Portman dan O. Dellalieux pada tahun 2000 menyebutkan bahwa asupan protein yang berlebihan berbahaya bagi ginjal. Studi ini meneliti binaragawan dan atlet terlatih dengan asupan protein tinggi dan menengah.

Apa yang mereka temukan? Sementara individu dengan asupan protein tinggi memang memiliki konsentrasi asam urat dan kalsium lebih tinggi pada plasma, binaragawan justru memiliki aktivitas pembersihan kreatinin dan urea yang normal pada ginjalnya. Ilmuwan menyimpulkan bahwa asupan protein di bawah 2,8 g/kg tidak mengganggu fungsi ginjal pada atlet terlatih.

Pengaruhnya Terhadap Komposisi Tubuh dan Penimbunan Lemak

Studi terbaru yang dilakukan Dr. Jose Antonio dan rekannya (2016) mengambil langkah yang lebih ekstrem dengan meminta atlet angkat beban mengkonsumsi protein lebih dari 3 g/kg setiap hari selama delapan minggu.

Jadi, atlet seberat 100 kg harus mengkonsumsi protein setidaknya 300 g per hari! Pola diet ini dipadukan dengan program latihan beban yang cukup berat. Setelah itu, 8 minggu berikutnya mereka melakukan pola makan yang normal.

Hasilnya, meski kelompok yang mengkonsumsi banyak protein mendapatkan asupan kalori lebih banyak, tidak ada perubahan signifikan pada komposisi tubuh. Mereka tidak bertambah gemuk meskipun kalorinya bertambah. Tidak tampak pula tanda-tanda perubahan tingkat kesehatan pada mereka (dari lipid darah, kadar glukosa, dan fungsi ginjal.

Meski mengkonsumsi protein yang sangat banyak, ginjal mereka tidak rusak. Peneliti juga melakukan analisis turunan pada individu yang mengkonsumsi protein paling banyak dalam studi tersebut. Peneliti tidak menemukan adanya masalah ginjal pada atlet tersebut meski mereka memakan protein sebanyak 483-724% dari AKG.

Jadi, selama menjalani latihan dengan rutin, Anda tidak perlu takut mengkonsumsi protein lebih banyak. Pasalnya, kita justru lebih sering kekurangan asupan protein dibanding kelebihan. Semoga bermanfaat!