Jangan Buang Kuning Telurnya!

ProgramFitnes.com – Siapa di antara Anda yang menyukai telur? Ya, si lonjong ini sejak dulu menjadi andalan binaragawan untuk membentuk otot karena kadar protein yang tinggi pada bagian putih telur. Sebaliknya, bagian kuning telur seringkali dimusuhi karena kandungan lemak jenuhnya.

Tapi, penelitian terkini membuktikan bahwa telur utuh justru berdampak baik bagi kesehatan dan mementahkan segala pendapat buruk yang disematkan kepada si kuning ini. Yuk, kita ungkap alasan mengapa sebaiknya Anda tidak membuang kuning telurnya!

Pandangan Sains Terhadap Lemak Jenuh Telah Berubah 180 Derajat

Image credit: linkedin.com
Image credit: linkedin.com

Selama bertahun-tahun, media dan badan kesehatan pemerintah telah menghimbau untuk menghindari lemak jenuh karena dianggap sebagai faktor pemicu risiko penyakit kardiovaskular. Telur yang mengandung lemak jenuh juga kena getahnya. Anda mungkin pernah mendengar, “Tidak boleh makan telur lebih dari dua butir sehari.”

Tapi, seiring dengan perkembangan iptek, kita kini tahu lebih banyak tentang lemak jenuh dibandingkan sebelumnya. Ada beragam jenis lemak jenuh dan tidak semuanya menimbulkan penyakit kardiovaskular.

Beberapa bentuk lemak jenuh, misalnya asam stearat, tidak terbukti berdampak buruk terhadap kadar kolesterol, dan umumnya diubah menjadi lemak tak jenuh tunggal di hati. Asam stearat inilah yang terkandung dalam kuning telur.

Telur juga mengandung kolesterol. Tapi, apa ia mampu meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh? Meski beberapa studi mengindikasikan kemungkinan itu sampai batas tertentu, kolesterol itu bukan lagi menjadi masalah bagi mereka yang aktif, nonobesitas, dan nondiabetik. Beberapa riset justru mengungkapkan bahwa faktor genetik lebih berperan dalam kadar kolesterol dibanding makanan.

Faktanya, kolesterol itu penting—dalam jumlah yang tepat—untuk mendukung performa latihan Anda di gym. Ini karena kolesterol adalah prekursor bagi testosteron, yang kita tahu dapat mendukung latihan.

Berdasarkan pengkajian studi yang diterbitkan British Medical Journal pada tahun 2015, peneliti menyimpulkan bahwa lemak jenuh tidak berhubungan dengan penyakit jantung koroner, stroke, atau diabetes tipe 2.

Jadi, jangan sampai kekhawatiran akan lemak jenuh yang tak terbukti kebenarannya membuat Anda membuang kuning telur Anda.

Beberapa Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Telur

Dalam industri fitnes, telur telah menjadi salah satu sumber protein praktis tepercaya. Dilihat dari kualitas dan ketersediaan asam aminonya, telur menjadi anak emas dibanding makanan sumber protein lainnya.

Selain menjadi sumber protein, telur juga diperkaya dengan beragam nutrisi penting. Dengan membuang kuning telur, Anda kehilangan sumber nutrisi yang berharga. Mari kita lihat apa bedanya bagian putih telur dan kuning telur.

Image credit: bodybuilding.com
Image credit: bodybuilding.com

Putih Telur

Terdiri dari air, protein, dan sedikit nutrisi dalam jumlah kecil.

Kuning Telur

Mengandung 3 kali lipat kalori dan jumlah protein yang setara dengan putih telur, serta sejumlah nutrisi seperti kolin, vitamin D, serta vitamin A, E, dan K. Bagian ini ibarat multivitamin alami.

Bila membentuk otot adalah tujuan Anda, mengkonsumsi telur utuh adalah hal yang patut dilakukan. Telur utuh kaya akan leusin, asam amino yang penting. Terlebih, makanan ini adalah superfood dengan harga yang terjangkau.

Kuning Telur dan Penurunan Berat Badan

Image credit: redbookmag.com
Image credit: redbookmag.com

Bisakah telur utuh membantu Anda menurunkan berat badan? Jawabannya tak sesederhana “ya” atau “tidak”. Faktor penentu dalam usaha Anda menurunkan berat badan adalah apakah Anda mengkonsumsi ragam makanan bernutrisi sembari memangkas kalori atau tidak.

Tapi, mengkonsumsi lebih banyak lemak telah terbukti dapat membantu pelaku diet merasa kenyang lebih lama dibandingkan diet rendah lemak, sembari mengoptimalkan profil hormonal mereka. Jadi, tak perlu membuang kuning telur saat diet karena lemaknya penting.

Bagian terbaik dari telur, mereka gampang didapat dan disiapkan untuk hidangan sehat. Jadi, masih mau membuang kuning telurnya?