Kenali Beda Nutrisi untuk Membentuk Otot dan untuk Olah Raga

Kebutuhan tubuh terhadap nutrisi untuk membentuk otot dengan untuk olah raga lain ternyata tidaklah sama. Olahraga yang dilakukan ketahanan atau endurance seperti berlari membutuhkan nutrisi yang seimbang antara protein, karbohidrat, dan lemak. Hal ini berbeda dengan latihan fitnes membutuhkan protein yang jauh lebih banyak.

Mengatur menu diet untuk apapun aktivitas fisik yang anda lakukan sangatlah penting. Apalagi jika anda memliki target tertentu denan olahraga yang dilakukan, maka perencanaan menu makanan yang tepat akan memberikan hasil yang lebih optimal.

Saat ini makin tinggi saja kesadaran orang untuk lebih menjaga kebugaran tubuhnya. Hal ini setidaknya terlihat dari semakin ramainya pusat-pusat kebugaran dengan makin banyaknya orang yang mengikuti progran latihan yang ada. Selain untuk menjaga kesehatan, mereka juga ingin membentuk otot tubuh yang lebih menarik.

Kebutuhan Nutrisi Untuk Membentuk Otot

Mengikuti latihan fitnes di pusat kebugaran sudah semestinya dilakukan dengan perencanaan dan tujuan yang jelas. Sekedar ikut-ikutan tren yang ada tentunya hanya akan membuang uang dan waktu tanpa hasil yang jelas. Karena itulah penting untuk merumuskan tujuan anda mengikuti fitnes dan tujuan apa yang ingin diraihnya.

Selain itu anda juga perlu mengenal pentingnya nutrisi untuk membentuk otot jika anda ingin meningkatkan massa otot untuk tubuh yang lebih ideal. Latihan fitnes saja tanpa diimbangi dengan asupan nutrisi yang tepat tak akan memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Jika Anda ingin membentuk otot tubuh, maka anda membutuhkan asupan makanan dengan kandungan nutrisi untuk mempertahankan kekuatan. Olahraga dengan latihan fitnes memerlkukan asupan protein yang lebih banyak.

Sebagai acuan, sekitar 30 menit sebelum melakukan angkat berat sebaiknya anda mengkonsumsi karbohidrat dan protein yang cukup. Begitu juga 30 menit setlah melakuan latihan fitnes sebaiknya konsumsi makanan yang sama. Hal ini penting guna mempertahankan sintesis protein pada otot tubuh.

Latihan fitnes terutama bertujuan untuk membentuk otot sekaligus mempertahakan kekuatannya. Karena itu asupan protein dan karbohidrat menduduki posisi yang penting. Anda pun perlu mengatur pola konsumsi yang tak sekedar memenuhi kebutuhan makan tiga kali sehari.

Hal ini berbeda dengan asupan nutrisi untuk olahragawan ataupun aktivitas fisik lainnya. Para atlet lari misalnya yang membutuhkan ketahanan akan membutuhkan nutrisi yang fokus pada stamina. Untuk itu asupan dengan mengkombinasikan antara protein, karbohidrat, dan lemak sangatlah penting. Terutama untuk menstabilkan gula darah.

Makanan Sumber Nutrisi Untuk Membentuk Otot

Untuk makanan sumber karbohidrat yang sebaiknya dikonsumsi bisa berasal dari sayuran, buah-buahan, biji-bijian, ataupun umbi-umbian. Sedangkan untuk makanan sumber protein anda bisa mengambil protein hewani seperti ikan, daging dada ayam, telur, steak, kacang-kacangan, ataupun protein nabati. Sedangkan makanan sumber lemak bisa diperoleh dari alpukat, minyak kelapa, minyak zaitun, atau kacang-kacangan.

Sebagai gambaran, jika anda melakukan olahraga biasa maka asupan karbohidratnya sebaiknya lebih banyak ketimbang proteinnya. Sedangkan untuk latihan fitnes yang membentuk otot, asupan proteinnya sebaiknya lebih banyak daripada makanan berkarbohidrat. Porsi ini bisa meningkat jika porsi latihannya bertambah.

Untuk atlet olahraga yang membutuhkan ketahanan saat berlatih, bisa mengatur makannya hingga empat atau lima kali sehari. Hal ini dengan pertimbangan kondisi perut yang kenyang selama sekitar tiga jam. Sedangkan untuk anda yang berlatih fitnes untuk menguatkan otot bisa makan sebanyak lima hingga tujuh kali sehari atau setiap dua jam dengan porsi protein yang lebih banyak. Hal ini berguna agar energi tersimpan sepanjang hari.

Selain itu, saat melakukan olahraga sebaiknya anda mengurangi atau menghindari asupan gula olahan seperti banyak terdapat alam minuman kemasan. Dengan mengenali dan mengatur asupan nutrisi untuk membentuk otot maupun olah raga lainnya maka tujuannya bisa diraih sebaik mungkin.